← News & Insight

Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Memilih Lokasi Usaha?

Lokasi merupakan salah satu faktor penting dalam menjalankan sebuah usaha. Sebelum menentukan ruko, kios, atau tempat yang akan digunakan, calon pemilik u…

Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Memilih Lokasi Usaha?

Lokasi merupakan salah satu faktor penting dalam menjalankan sebuah usaha. Sebelum menentukan ruko, kios, atau tempat yang akan digunakan, calon pemilik usaha perlu memahami karakter wilayah, target pasar, akses hingga biaya operasional agar lokasi yang dipilih sesuai dengan konsep bisnis yang akan dijalankan.

Memiliki lokasi yang terlihat ramai belum tentu otomatis menjadikannya tempat terbaik untuk membuka usaha. Setiap jenis bisnis memiliki kebutuhan lokasi yang berbeda.

Coffee shop, rumah makan, warung kopi hingga barbershop memiliki karakter konsumen, kebutuhan akses dan pola kunjungan yang tidak selalu sama.

Karena itu, sebelum memutuskan menyewa atau membeli sebuah tempat, sebaiknya lakukan beberapa persiapan agar keputusan yang diambil tidak hanya berdasarkan tampilan lokasi atau tingkat keramaiannya saja.

1. Tentukan Terlebih Dahulu Konsep Usaha

Langkah pertama adalah mengetahui bisnis seperti apa yang ingin dijalankan.

Konsep usaha akan memengaruhi kebutuhan luas tempat, area parkir, akses pelanggan hingga karakter lingkungan yang dibutuhkan.

Sebagai contoh, usaha yang mengandalkan pelanggan datang dan menghabiskan waktu di tempat tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan usaha yang lebih banyak melayani pembelian cepat atau takeaway.

Karena itu, jangan terburu-buru mengambil lokasi sebelum mengetahui kebutuhan dasar dari bisnis yang akan dikembangkan.

2. Kenali Target Pasar

Setelah menentukan konsep usaha, kenali siapa konsumen utama yang ingin dijangkau.

Apakah targetnya mahasiswa, pekerja kantoran, keluarga, masyarakat sekitar atau kelompok konsumen lainnya?

Informasi ini penting karena karakter setiap wilayah berbeda.

Lokasi di sekitar perkantoran mungkin memiliki aktivitas tinggi pada hari dan jam kerja, sedangkan kawasan permukiman memiliki pola kunjungan yang berbeda.

Semakin jelas target pasar, semakin mudah menentukan area yang memiliki potensi konsumen sesuai dengan bisnis Anda.

3. Lakukan Survey Lokasi Secara Langsung

Jangan hanya menilai lokasi melalui foto, maps atau informasi dari pemilik tempat.

Jika memungkinkan, datang langsung dan lakukan observasi pada beberapa waktu yang berbeda.

Perhatikan kondisi lokasi pada pagi, siang, sore atau malam hari sesuai jam operasional bisnis yang direncanakan.

Survey langsung membantu Anda mendapatkan gambaran mengenai aktivitas masyarakat, kondisi lalu lintas, akses menuju lokasi hingga karakter lingkungan sekitar.

Lokasi yang terlihat ramai pada satu waktu belum tentu memiliki pola keramaian yang sama sepanjang hari.

4. Perhatikan Akses Jalan

Akses menuju lokasi memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan pelanggan.

Lokasi sebaiknya mudah ditemukan dan tidak terlalu menyulitkan konsumen ketika ingin datang.

Perhatikan apakah kendaraan dapat masuk dengan mudah, apakah terdapat pembatas jalan, apakah pelanggan harus memutar terlalu jauh, serta bagaimana kondisi lalu lintas di sekitar lokasi.

Akses yang baik akan membuat pelanggan lebih nyaman untuk mengunjungi tempat usaha.

5. Pastikan Tempat Mudah Terlihat

Selain mudah diakses, lokasi sebaiknya memiliki visibilitas yang baik.

Tempat yang berada di jalan ramai tetapi tertutup bangunan, pohon, papan reklame atau berada terlalu jauh dari jalan utama dapat membuat keberadaan bisnis lebih sulit dikenali.

Perhatikan posisi fasad bangunan dan kemungkinan pemasangan signage.

Idealnya, pelanggan dapat mengenali keberadaan usaha dengan cukup mudah ketika melewati area tersebut.

6. Periksa Ketersediaan Area Parkir

Area parkir sering kali terlihat sederhana tetapi sangat berpengaruh terhadap pengalaman pelanggan.

Khusus untuk usaha yang mengandalkan kunjungan langsung, pastikan terdapat ruang yang cukup untuk kendaraan sesuai dengan karakter konsumen di area tersebut.

Jika tempat tidak memiliki parkir khusus, cari tahu apakah terdapat area parkir bersama atau alternatif yang aman dan tidak mengganggu akses jalan.

Jangan sampai calon pelanggan memilih tempat lain hanya karena kesulitan memarkir kendaraan.

7. Hitung Budget Sewa dan Biaya Lokasi

Lokasi strategis biasanya memiliki nilai sewa yang lebih tinggi.

Namun, lokasi dengan biaya paling mahal belum tentu menjadi pilihan paling tepat.

Hitung apakah biaya sewa masih masuk ke dalam perencanaan investasi serta biaya operasional bisnis.

Selain harga sewa, perhatikan juga kemungkinan biaya lain seperti renovasi, deposit, service charge, listrik, air dan kebutuhan penyesuaian bangunan.

Perencanaan biaya sejak awal membantu menghindari kebutuhan tambahan yang terlalu besar ketika proses persiapan outlet sudah berjalan.

8. Pelajari Kompetitor di Sekitar

Keberadaan kompetitor tidak selalu berarti sebuah lokasi buruk.

Justru dalam beberapa kondisi, banyaknya bisnis sejenis dapat menunjukkan bahwa area tersebut memiliki pasar yang sesuai.

Namun, Anda tetap perlu melihat jumlah kompetitor, positioning bisnis mereka, harga, aktivitas pelanggan serta kelebihan yang ditawarkan.

Dari sana, Anda dapat mempertimbangkan apakah bisnis yang akan dibuka memiliki peluang untuk masuk ke pasar tersebut dan menawarkan sesuatu yang berbeda.

9. Amati Potensi Keramaian

Keramaian yang baik bukan sekadar banyaknya kendaraan yang melintas.

Yang lebih penting adalah apakah orang yang berada di area tersebut merupakan calon konsumen dari bisnis Anda.

Misalnya, ribuan kendaraan dapat melewati sebuah jalan setiap hari, tetapi apabila akses berhenti sulit dan karakter penggunanya tidak sesuai dengan target pasar, potensi tersebut belum tentu dapat dikonversi menjadi pelanggan.

Karena itu, lihat keramaian secara lebih detail dan kaitkan dengan target konsumen yang sudah ditentukan sebelumnya.

Checklist Sebelum Menentukan Lokasi

Sebelum mengambil keputusan, pastikan beberapa hal berikut sudah diperiksa:

  • Konsep dan kebutuhan bisnis sudah ditentukan.

  • Target konsumen di area tersebut sesuai.

  • Lokasi sudah disurvey secara langsung.

  • Akses menuju lokasi mudah.

  • Tempat cukup terlihat dari area sekitar.

  • Ketersediaan parkir memadai.

  • Budget sewa sesuai dengan perencanaan usaha.

  • Kompetitor sekitar sudah dipelajari.

  • Potensi keramaian sesuai dengan target pasar.

  • Kondisi bangunan memungkinkan untuk digunakan sesuai konsep usaha.

Dengan melakukan pengecekan tersebut, proses menentukan lokasi dapat dilakukan dengan pertimbangan yang lebih matang.

Jangan Terburu-Buru Mengambil Lokasi

Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah mengambil lokasi hanya karena takut tempat tersebut lebih dahulu disewa orang lain.

Lokasi merupakan bagian dari keputusan bisnis jangka panjang, sehingga sebaiknya tetap dianalisis sebelum membuat komitmen.

Jika lokasi ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan bisnis, biaya yang harus dikeluarkan untuk pindah, renovasi ulang atau melakukan penyesuaian operasional dapat menjadi lebih besar.

Lebih baik meluangkan waktu untuk melakukan pengecekan sejak awal daripada menghadapi kendala setelah usaha berjalan.

Sudah Punya Lokasi Tetapi Belum Menentukan Bisnis?

Jika Anda sudah memiliki ruko, kios, tanah atau lokasi usaha tetapi belum mengetahui konsep bisnis yang sesuai, lokasi tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam memilih usaha.

Karakter area, luas bangunan, akses, lingkungan sekitar serta target konsumen dapat digunakan untuk mendapatkan gambaran jenis bisnis yang lebih sesuai.

Calon mitra dapat membawa informasi lokasi seperti foto bagian depan dan dalam bangunan, ukuran tempat, alamat atau titik lokasi serta informasi mengenai lingkungan sekitar ketika melakukan konsultasi.

Konsultasikan Lokasi Bersama Tim BSI

PT Berjaya Sukses Indotama memiliki berbagai konsep kemitraan dari sektor Food & Beverage hingga jasa dengan kebutuhan lokasi yang berbeda-beda.

Sebelum menentukan tempat usaha, calon mitra dapat berkonsultasi terlebih dahulu mengenai brand yang diminati serta gambaran lokasi yang sedang dipertimbangkan.

Dengan informasi mengenai brand, kota, budget dan kondisi lokasi, tim BSI dapat membantu memberikan gambaran awal mengenai kebutuhan tempat usaha yang sesuai dengan konsep bisnis tersebut.

Lokasi yang tepat bukan sekadar tempat yang ramai, tetapi tempat yang sesuai dengan karakter bisnis dan konsumen yang ingin dijangkau.

Konsultasikan rencana lokasi dan pilihan usaha Anda bersama tim BSI.

Ingin mengetahui lebih lanjut?

Hubungi tim BSI untuk konsultasi brand dan proses kemitraan.

Hubungi Kami ↗